Selasa, 13 Februari 2018

KEARIFAN LOKAL : Tentang Musim

Ilmu itu bisa diperoleh kapan saja, dimana saja dan dari siapa saja. Kali ini saya mendapat pengetahuan tentang Kearifan Lokal (Local Wisdom) dari seorang petani di Desa Pasar Terusan Kecamatan Muara Bulian Kabupaten Batanghari Provinsi Jambi. Pak Abdullah namanya, lebih akrab dipanggil Wak Dolet, seorang petani yang masih mempedomani Bintang Tiga dalam memulai turun tanam padi sawah di desanya.

Wak Dolet Duduk Paling Depan Sebelah Kiri
Wak Dolet mengamati Bintang Tiga ini pada jam 04.00-05.00 Dinihari waktu setempat. Menurut Wak Dolet yang diamati adalah kemiringan ketiga bintang tersebut. Jika miring ke kiri menunjukkan Musim Penjejah (basah), jika miring ke kanan menunjukkan musim panas (kering). Dalam satu tahun terbagi tiga nama bintang :
1. Bintang Ngapit  
2. Bintang Berendam
3. Bintang Mubung

Masing-masing bintang memiliki periode waktu 4 bulan, dimulai dari awal tahun yaitu bulan Januari.

1. Bintang Ngapit
Kalau dua bulan diawal ada hujan berarti diujung bulan akan kering/panas, sebaliknya kalau diawal ada panas maka diujung akan basah/dingin.

2. Bintang Berendam
Kalau diawal bulan masih ada hujan berarti di bulan kedua masih ada hujan dan bulan ketiga akan panas dan untuk bulan keempat akan ada hujan.

3. Bintang Mubung
Bulan pertama banyak panas, bulan kedua masih ada panas, bulan ketiga mulai turun hujan dan bulan keempat masih ada hujan.

Kearifan Lokal seperti ini semakin langka, alasan utamanya adalah tidak adanya penerus ilmu turun temurun tersebut. Disamping itu, perubahan iklim menyebabkan prediksi musim dengan kearifan lokal menjadi sering bias sehingga menjadi terabaikan oleh masyarakat setempat.



CATATAN : 
Informasi terakhir bahwa Wak Dolet sudah meninggal dunia pada pertengahan tahun 2019... Alfatihah...