Rabu, 15 Januari 2020

Wisata Singapura : Kemana-mana Naik MRT

Peta Sistem MRTdan LRT Singapura

Libur akhir tahun 2019 kali ini saya ingin share perjalanan saya dan istri ke Singapura. Hal utama yang kami persiapkan sebelum perjalanan ke luar negeri adalah PASPOR dan kelengkapan identitas diri seperti KTP dan sebagainya. Menurut aturan, Paspor yang bisa diterima adalah paspor yang masa berlakunya lebih dari 6 bulan. So mesti teliti ya gaessss.....

Setelah semuanya lengkap, maka perjalanan pun dimulai. Kami memilih berangkat melalui Pulau Batam untuk mencoba jalur yang baru (jalur laut) karena sebelumnya saya pernah ke Singapura melalui Jakarta dengan pesawat terbang. Kami berdomisili di Provinsi Jambi, pesawat Jambi-Batam terbang pagi hari jam 07.30 WIB, tidak sampai 1 jam kemudian pesawat yang kami tumpangi tiba di Bandara Hang Nadim Batam.

Bandara Hang Nadim Batam

Di bandara Hang Nadim Batam ternyata sudah ada Boot dari perusahaan travel yang menjual jasa wisata Singapura untuk satu hari, harganya 650rb rupiah saja. Namun kami memilih untuk berangkat sendiri agar lebih santai dan privat. Di bandara ini juga ada boot yang menjual tiket Ferry Batam-Singapura, jadi kami langsung saja membelinya. Kami membeli tiket ferry Majestic dari Pelabuhan Batam Center tujuan HarbourFront Singapura, harganya 290rb rupiah untuk Pergi dan Pulang (PP) per orang. Tiket yang kami beli merupakan tiket open date yang berlaku 3 bulan, sehingga dapat digunakan kapan saja dalam rentang waktu tersebut. Untuk menuju pelabuhan Batam Center kami memilih taxi argo, cukup murah karena hanya sekitar 100rb saja.
Majestic Ferry

Penyeberangan ke HarbourFront Singapura hanya sekitar 1 jam saja. Begitu sampai, kami langsung diarahkan untuk melewati pemeriksaan imigrasi. Selama antri di imigrasi terdapat larangan mengambil foto dan video. Kami beruntung karena semua berjalan lancar selama melewati pemeriksaan, tidak seperti beberapa orang di depan kami yang terkena random check sehingga harus dipanggil ke ruang khusus. Selepas pemeriksaan imigrasi dan x-ray, rasanya lega. Perjalanan ini pun dimulai.

Tujuan pertama kami adalah Vivo City Mall yang merupakan mall terbesar di Singapura. Letaknya bersebelahan dengan pelabuhan HarbourFront. Vivo City Mall menjadi destinasi yang ramai dikunjungi turis asal Indonesia. Vivo City Mall punya deretan outlet yang menjual barang branded. Mulai dari Chanel, Guess, H&M, hingga product kecantikan korea Innisfree pun ada. Tidak heran, banyak orang Indonesia yang kunjungi mall ini untuk membelikan oleh-oleh keluarga di rumah. Setelah puas jalan-jalan melihat-lihat setiap sudut mall ini, kami langsung menuju Sentosa Island. Kami memilih berjalan kaki melewati Sentosa Boardwalk yang merupakan sebuah jembatan menuju Sentosa Island. Cara lain menuju Sentosa Island adalah dengan naik bis atau MRT. Namun dengan berjalan kaki melewati Sentosa Boardwalk kami dapat mengambil foto dengan latar belakang pelabuhan di sepanjang perjalanan.



Tidak lengkap rasanya kalo belum berfoto di depan Bola Universal Studio. Yup, ikon Universal Studio ini memang mendunia dan instagramable banget. Hampir setiap orang yang berkunjung ke Singapura akan menyempatkan diri untuk mampir disini.


Selanjutnya kami menuju ikon utama Singapura, apalagi kalau bukan Patung Singa di Merlion Park. Untuk menuju kesana kami memilih naik MRT. Sebelum naik MRT kami harus membeli 2 kartu EZLINK seharga 12.5 SGD yang berisi 7 SGD. Dari HarbourFront MRT Station harus naik MRT North East Line yang berwarna ungu dan turun di Outram Park MRT Station. Selanjutnya pindah jalur ke MRT East West Line arah Pasir Ris yang berwarna hijau dan turun di Rafles Place MRT Station. Untuk berpindah dari satu Line ke Line yang lain, mesti naik atau turun satu atau dua kali eskalator mengikuti petunjuk arah. Setelah keluar dari Rafles Place MRT Station, tinggal berjalan kaki menuju lokasi. Setelah tanya sana sini, akhirnya sampai juga..... Merlion Park Singapura.... lets take a picture....
Suasana MRT Singapura

Patung Merlion

Marina Bay
Kami menghabiskan waktu di area Merlion Park dan Marina Bay sampai malam hari karena kami ingin menyaksikan atraksi laser di Marina Bay yang berlangsung setiap jam 20.00 WS dan 21.00 WS setiap harinya. Untuk menyeberang ke Marina Bay harus melewati jembatan ikonik Espalanade yang dihiasi lampu berwarna-warni yang berbentuk DNA (Deoksiribo Nucleic Acid) yang berupa jalinan dua helix (kata helix ini sendiri artinya bentuk yang melingkar).
Jembatan Esplanade
Sambil menunggu waktu, kami mencoba makan malam di area Makansutera Gluttons Bay. Makansutera Gluttons Bay berlokasi di salah satu sisi Marina Bay, Makansutra Gluttons Bay merupakan foodcourt dengan suasana outdoor di pinggir perairan paling terkenal di Singapura. Bentuknya memanjang 1 deret dengan hanya diisi oleh 12 konter,  terlihat kalau Makansutra Gluttons Bay ini teratur dan terorganisir dibandingkan foodcourt lainnya. Bisa dilihat dari bentuk konter makanan, display makanan dan papan menu yang seragam. Bahkan semua konter punya papan berisi sekilas info sejarah makanan tersebut, yang seragam pula formatnya. Kami memilih konter makanan halal, saya mencoba nasi goreng teri, dan istri memilih sate kacang.... mari makan.... bismillah...

Makansutera Gluttons Bay
Makansutera Gluttons Bay

Setelah makan malam, kami pun bergeser ke Marina Bay karena pertunjukan laser akan segera dimulai. Air mancur terbesar di Singapura ini memadukan laser super terang. Ditembakkan dari atas gedung dan dari depan danau Marina Bay. Dengan Sound system surround terbaru, dan lampu led tercanggih. Bikin kami dan pengunjung lain berdecak kagum. Pertunjukannya berlangsung 15 menit saja... tepuk tangan meriah dari pengunjung ketika atraksi berakhir....

Jembatan Esplanade
Pertunjukan Laser Marina Bay

Akhirnya kami memutuskan untuk mencukupkan perjalanan hari itu. Selanjutnya kami menuju hotel 81 Rochor yang telah dipesan sebelumnya via traveloka. Untuk menuju hotel 81 Rochor kami naik MRT dari Rafles Place MRT Station East West Line arah Pasir Ris dan turun di Bugis MRT Station, selanjutnya berpindah jalur ke Downtown Line yang berwarna biru arah Bukit Panjang dan turun di Rochor MRT Station. Setelah keluar dari stasiun MRT Rochor, tinggal berjalan kaki sekitar 200 meter mengikuti google map dan kami pun tiba di hotel tersebut. Proses check in berjalan lancar dan hotelnya cukup bersih serta nyaman. Namun harganya lumayan mahal.. hampir 1jt rupiah... padahal kalau di Indonesia hotel dengan kelas seperti itu mungkin hanya 400rb rupiah saja... he he he... Selamat istirahat....

Hotel 81 Rochor tidak menyiapkan sarapan pagi buat kami, maka pagi-pagi kami mesti jalan kaki di sekitar hotel untuk mencari sarapan. Karena posisi hotel ini di dekat Little India, maka dengan mudah kami menemukan rumah makan India Muslim. Harganya pun sangat bersahabat, dua porsi nasi+kari ayam dan teh susu hanya sekitar 80rb rupiah saja....

Di Depan Hotel 81 Rochor Singapura

Rumah Makan India Muslim
Selesai Sarapan, kami segera checkout hotel dan memulai perjalanan hari kedua. Tujuan Utama kami adalah Bugis Street untuk membeli oleh-oleh. Namun sebelumnya kami mengunjungi Little India yang berdekatan dengan hotel. Little India merupakan Kawasan tempat tinggal orang-orang keturunan India di Singapura. Tempat ini ada banyak sekali yang bisa disinggahi. Mulai dari tempat makan yang lezat, toko pernak-pernik, kain, minyak wangi, dan rempah-rempah, hingga kuil-kuil spiritual-nya. Tidak lupa mampir ke Tekka Centre yang terkenal itu. Tekka Centre surganya kuliner ada banyak makanan, minuman dan camilan khas India yang mantap. Harganya sangat ekonomis. Disini bisa makan Nasi Briyani di gerai mana saja yang ada di Tekka Centre. Harganya hanya 4-7 SGD, dan tidak perlu diragukan lagi rasanya. Porsinya juga nampol banget. Makan tidak pakai piring lagi. Langsung pakai Nampan.

Setelah berkeliling di Little India, kami menuju Bugis Street. Untuk mencapai Bugis Street, cukup naik MRT dari Rochor MRT station dan turun di Bugis MRT Station. Bugis Street terkenal sebagai pusat perbelanjaan murah di Singapura. Dan beberapa pedagang disini juga bisa berbahasa Indonesia...... hmmm mungkin karena saking banyaknya pelancong asal Indonesia yang berbelanja disini....


Bugis Street

Tengah hari menjelang, masih ada satu tempat lagi yang masih ingin kami kunjungi yaitu Jewel di bandara Changi. Untuk sekedar diketahui, Jewel resmi dibuka pada 18 April 2019, masih baru sekali ya. Air terjun indoor tertinggi di dunia itu yang membuat kami penasaran, tingginya mencapai 40 meter. Air terjun tersebut berada di bagian tengah bangunan dan dikelilingi oleh taman dan hutan buatan. Untuk mencapai Changi Airport, kami naik MRT dari stasiun Bugis dengan mengambil East West Line yang berwarna hijau arah ke Pasir Ris. Perjalanan kali ini cukup jauh, melewati 8 stasiun MRT dan turun di Tanah Merah MRT Station. Dari sini perjalanan dilanjutkan dengan naik MRT khusus ke Bandara Changi. Sesampai di stasiun bandara Changi, kami tinggal mengikuti petunjuk arah menuju Jewel.

Gerbang Jewel dari Terminal 3 Bandara Changi

Air Terjun Indoor Tertinggi di Dunia @Jewel
Konter Onitsuka Tiger @Jewel Singapura

Setelah lelah berkeliling di Jewel, kami memutuskan untuk mengakhiri wisata Singapura kali ini. Kami bersiap untuk kembali ke Batam, dan karena sudah membeli tiket Ferry Pulang-Pergi maka kami harus kembali ke Pelabuhan HarbourFront untuk menyeberang ke pelabuhan Batam Center. Sekali lagi kami beruntung karena ketika melewati pemeriksaan imigrasi semua berjalan lancar. Dan penyeberangan ke Batam sebentar lagi berangkat... selamat tinggal Singapura....

Tunggu cerita selanjutnya, apa yang terjadi setelah kami tiba di Batam ? untuk lebih jelasnya silahkan Klik Disini

Tidak ada komentar:

Posting Komentar