Jumat, 16 Desember 2022

Pseudo Kemarau dan Musim Tanam

Catatan Musim 2021...

Jika ada yg masih ingat, bahwa Provinsi Jambi sempat mengalami kemarau semu atau kalau mau sedikit keren kita sebut dengan pseudo kemarau pada bulan Februari 2021 yang lalu. Curah hujan berkurang secara drastis dan  bahkan cenderung kering hingga 3 dasarian atau lebih. Jika mengikuti aturan penetapan Musim Kemarau (MK) BMKG maka kondisi tersebut sudah dapat dikatakan masuk MK. Namun tunggu dulu, sebenarnya hal tersebut lumrah bagi Provinsi Jambi. Dimana curah hujan berkurang di bulan Februari dan kemudian meningkat kembali pada periode musim MAM. Masalahnya kondisi tersebut tidak terjadi setiap tahun, sehingga kita tidak bisa menetapkannya sebagai MK 1 seperti di Sumatera Utara. Ada fase dimana banjir justru terjadi di bulan Februari.

Banyak yang terjebak dengan kondisi ini, tidak terkecuali petani. Kondisi iklim yang nampak bersahabat seperti memanggil untuk turun tanam. Sudah terbayang IP200 di pelupuk mata mereka.

Dan benar saja, ketika persemaian dimulai air bah pun datang. Banjir tersebut terjadi di akhir Maret hingga awal April 2021. Ternyata masih banyak PR kita di BMKG, khususnya Klimatologi Jambi.

Setelah itu, iklim seolah kembali bersahabat. Hujan tetap turun namun banjir sepertinya tidak akan terjadi. Sampai akhirnya...

Sejak tgl 18 Mei 2021, secara mengejutkan Tinggi Muka Air (TMA) sungai Batanghari di dermaga Muara Bulian yg dicatat oleh BPBD Kab. Batanghari bergerak naik sangat cepat. Hingga tgl 21 mei 2021 jam 07.00 WIB mulai mendekati level SIAGA III - WASPADA (250 cm).

Akibatnya, beberapa petani kembali panik dan meminta konfirmasi tentang kemungkinan banjir sungai Batanghari di bulan Mei 2021 ini. Kepanikan tersebut muncul karena saat ini sudah masuk masa pengolahan tanah dan persemaian. Sehingga para petani merasa khawatir jadwal tanam akan terganggu dan sawah mereka kembali terendam.

Hasil analisis curah hujan Provinsi Jambi dasarian II Mei 2021 menunjukkan distribusi curah hujan Kategori MENENGAH yg dominan terjadi. Hanya beberapa wilayah kecil yg masuk Kategori TINGGI terjadi di sebagian kecil Kab. Tebo bagian selatan dan sebagian kecil Kab. Merangin.

Artinya peningkatan TMA di sungai Batanghari kali ini ternyata tidak berkorelasi langsung dg distribusi curah hujan di Provinsi Jambi. Tidak banyak wilayah dg curah hujan Kategori TINGGI yg terjadi di wilayah hulu.

Pertanyaannya, airnya dari mana ?

Kecurigaan saya langsung mengarah ke Provinsi Sumatera Barat. Namun Saya mesti menunggu beberapa hari untuk mendapat jawaban dari pertanyaan itu. Online Climate Meeting (OCM) kemarinlah yg membuat semuanya menjadi jelas. Ternyata tiga kabupaten di Provinsi Sumatera Barat yg merupakan bagian dari hulu sungai Batanghari mengalami curah hujan Kategori Tinggi dan * Sangat Tinggi* pada Das II Mei 2021. Ketiga Kabupaten tersebut adalah Kab. Solok Selatan, Kab. Solok dan Kab. Dharmasraya.

Pelajaran penting dari sini adalah informasi iklim dari Provinsi Sumatera Barat tidak bisa diabaikan begitu saja. Khususnya dalam analisis dan prakiraan curah hujan DAS Batanghari Jambi yg berkaitan dengan jadwal tanam. Karena juga dapat mempengaruhi perubahan TMA sungai Batanghari.

Bagaimana Prediksi Curah Hujan Kedepan ?

Tim prediksi SLI Operasional Staklim Muaro Jambi sedang bekerja, menurut rencana diskusi tentang ini akan dilaksanakan dalam minggu ini.

Sambil menunggu, saya coba mereka-reka prediksi yang telah tersedia.

Prediksi curah hujan Das III Mei 2021 baik untuk Jambi maupun Sumatera Barat menunjukkan tren penurunan dibanding dasarian sebelumnya. Ini berarti TMA sungai Batanghari akan segera surut. Dan bahkan sinyal curah hujan kategori Rendah mulai nampak pada Das I dan II Juni 2021. Khususnya pada bagian tengah ke timur Provinsi Jambi. Siap2 memasuki periode kering...

Semoga kita semua selalu dalam lindungan Allah SWT. Salam Sehat

Telanaipura, 25 Mei 2021

Arif Ma'rufi

Senin, 12 Desember 2022

AADK (Ada Apa Dengan Kemarau)

Catatan Kemarau 2020..

Tulisan ini terinspirasi dari film Ada Apa Dengan Cinta (AADC-2002) yang kembali ditayangkan di televisi dua minggu yang lalu. Kemarau tahun 2020 ini memang penuh misteri. Persis Rangga yang pendiam dan suka menyendiri. Dan keraguan Cinta dalam memilih persahabatan atau kekasih.

Bayangkan saja, di bulan Juli seperti ini biasanya Provinsi Jambi sedang kering-keringnya, tapi fakta berkata lain, hujan masih saja terjadi. Ya kemarau itu seperti ragu untuk datang. Sampai dengan Dasarian II Juli 2020, baru zom 24 yang meliputi pesisir timur Jambi yang dinyatakan telah masuk Musim Kemarau. Namun Jika dianalisis per titik pengamatan, sudah sekitar 45% wilayah kecamatan yang telah masuk kemarau di Provinsi Jambi. Itu pun masih ditingkahi hujan yang terjadi. Sisanya masih indikasi memasuki MK dan belum masuk MK tahun 2020.

Untuk menjawab kondisi ini, beberapa ulasan dikemukakan para ahli, diantaranya adalah lemahnya 'tarikan' massa udara oleh monsun Asia sehingga menyebabkan kelembaban masih tinggi di lapisan atas Benua Maritim Indonesia (BMI). Kemudian Sea Surface Temperature (SST) hangat di BMI yang cenderung bertahan cukup lama. Hal ini disebabkan karena arus permukaan di Pasifik yang mengarah ke barat, dan sebaliknya di Indian Ocean mengarah ke timur sehingga berpotensi mendorong dan mempertahankan warm pool d BMI. Kombinasi kedua hal ini membuat potensi terbentuknya awan hujan menjadi tinggi tidak hanya di Jambi tapi bahkan seluruh wilayah Indonesia.

Lalu bagaimana dengan kemarau tahun ini ? Saya sendiri masih meyakini masih ada potensi masuknya MK sesuai kriteria BMKG untuk wilayah yang masih indikasi dan belum masuk. Namun bisa jadi kemarau tersebut hanya berlangsung singkat untuk kemudian diselingi dengan terjadinya hujan. Tentu feeling dan keyakinan saja tidaklah cukup. Perlu pembuktian ilmiah yang kuat sebagai dasar membuat pernyataan.

Menjadi tantangan tersendiri bagi teman2 forecaster yang akan mengikuti rapat penentuan Awal Musim Hujan 2020/2021 minggu depan. Akan sedikit sulit memprediksi kapan awal musim hujan 2020/2021 akan masuk sementara musim hujan 2019/2020 itu sendiri masih berlangsung. Idealnya model yang digunakan harus menangkap dulu sinyal kemarau tahun ini baru bisa ditentukan kapan musim hujan 2020/2021 ditentukan. Cara lain adalah dengan mengambil titik yang dengan tegas terlihat kemaraunya untuk mewakili rata2 zom sebagai sampel data input model. Atau dengan mengambil analogi terhadap tahun2 sebelumnya. Intinya forecaster dituntut untuk lebih kreatif dalam menyelesaikan prediksi MH 2020/2021 ini.

Segala misteri itu akan terjawab, tidak oleh kita maka akan dijawab oleh waktu. Dan akan menjadi pengalaman berharga bagi kita semua. Berikut bait terakhir puisi yang diberikan Rangga kpd Cinta saat mereka berpisah di Bandara :  (baca : Cinta = Kemarau)

ada apa dengan cinta
tapi aku pasti akan kembali
dalam satu purnama
untuk mempertanyakan kembali cintanya.
bukan untuknya, bukan untuk siapa
tapi untukku
karena aku ingin kamu, itu saja.


(Bersambung...)

Sabtu, 26 November 2022

Jurnal 4 : Analisis dan Pemetaan Mata Kuliah Bersyarat Program Studi Fisika Menggunakan Back Propagation Neural Network

E Gusmira1,4, M Kukuh2 , A Ma’rufi3 , D Rahman1 

1 Program Studi Fisika UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi, Jl. Arif Rahman Hakim No. 111 Jambi 
2 Program Studi Tadris Matematika UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi, Jl. Jambi-Ma.Bulian KM 16 Sei Duren Jambi 
3 Staklim BMKG Jambi, Jl. Jambi-Ma.Bulian KM 18 Sei Duren Jambi 
4 E-mail: evagusmira@uinjambi.ac.id 

Received: 26 Agustus 2022. Accepted: 20 September 2022. Published: 30 September 2022

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa dan memetakan mata kuliah bersyarat di Prodi Tadris Fisika Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi. Penelitian ini merupakan penelitian sains terapan, analisa data menggunakan teknik deskriptif kuantitatif. Data berupa dokumentasi nilai mata kuliah Mahasiswa Prodi Tadris Fisika Semester Ganjil 2019/2020. Sampel penelitian sebanyak 11 mata kuliah sampel dari 19 mata kuliah populasi. Data diolah menggunakan Backpropagation Neural Network dengan bahasa program Python. Validasi dan akurasi hasil prediksi menggunakan Mean Absolute Percentage Error dan koefisien determinan R Square. Hasil prediksi mata kuliah bersyarat yang diperoleh sudah akurat dan valid dengan nilai MAPE <10% (sangat baik) dan nilai R Square mendekati 1. Penelitian ini menunjukkan bahwa pemetaan mata kuliah prasyarat yang telah ditetapkan oleh program studi sudah sesuai, kecuali Mata Kuliah Fisika Dasar 2 (R 0,216) dan Mata Kuliah Fisika Matematika I (R 0,50) memerlukan tambahan matakuliah prasyarat lain. Kata 

kunci: pemetaan, mata kuliah bersyarat, backpropagation neural network.

download pdf :

http://journal.upgris.ac.id/index.php/JP2F/article/view/12979

Senin, 21 Maret 2022

Radio SK

(Catatan Banjir MH 2021/2022)

Di tahun 1990an, Radio Suara Kejayaan yg akrab disingkat dengan Radio SK merupakan salah satu radio FM yang terkenal di Jakarta. Para penyiarnya yang banyol  membuat radio ini nge HITS, mereka 'mengubah' kepanjangan SK menjadi SENYUM DAN KETAWA. Mantan penyiarnya pun kemudian menjadi komedian top nasional. Sebut saja WARKOP DKI, Bagito Group, Tukul Arwana, Temon dan Abdel, Taufik Savalas, Jarwo Kwat, Komeng dll... 

 

Sumber Logo : https://gensindo.sindonews.com/berita/1786/1/ini-dia-radio-radio-favorit-anak-muda-pada-zamannya  

Saya tidak ingin bercerita lebih jauh tentang Radio SK, karena temen-temen yang beda generasi sangat mungkin menjadi tidak nyambung. Tapi saya hanya tertarik dengan frasa Senyum dan Ketawa atau SK itu saja. Profesionalisme membuat para penyiar radio SK terus menebar senyum dan mengajak pendengar tertawa. Seolah mereka tdk pernah mengalami kesulitan dalam kehidupan nyata sehari-hari. Padahal lazimnya kehidupan mesti ada dua sisi yg berlawanan.

Tangkaplah Daku Kau Kujitak!

Catatan Banjir MH 2021/2022... lanjutan

Ini adalah judul novel pertama dari serial LUPUS yang terbit sekitar tahun 1986. Siapa sangka cerpen yang awalnya hanya bonus novelet di majalah HAI itu menjadi sangat fenomenal karena mampu menyedot perhatian remaja kala itu. Novel tersebut kemudian difilmkan dengan judul yang sama. Meskipun mirip dengan judul film komedi Kejar Daku Kau Kutangkap, namun alur ceritanya tidak berhubungan dan sangat jauh berbeda.

Sumber Foto : https://id.wikipedia.org/wiki/Lupus_(tokoh_fiksi)

Hilman Hariwijaya sang pengarang berhasil menghidupkan karakter LUPUS, seorang anak SMA Merah Putih yang tengil. Ciri khasnya adalah permen karet yang tidak pernah lepas dari mulutnya. Model rambut jambul ala John Taylor Duran-Duran, juga sifatnya yang konyol. Saking konyolnya, dalam sebuah adegan tentang gagalnya kencan pertama LUPUS dengan gebetannya. Lupus berjanji menjemput Poppy jam 5 sore, tapi sampai malam hari Lupus tidak kunjung datang. Keesokan harinya ketika dicecar Poppy tentang kenapa dia tidak datang kemarin, mungkin dalam benak kita Lupus akan menjawab dia ketiduran, lupa, atau tidak punya ongkos. Namun kalimat yang keluar adalah : "saya tidak tau dimana rumahmu Poppy".. he he Lupus memang konyol.  Lalu Apa Hubungannya dengan Banjir ?

Jawabannya TIDAK ADA.

Kamis, 12 Agustus 2021

Cara Mudah Menggabungkan File TXT, CSV, dll

Cara sekumpulan file txt untuk menjadi 1 file txt saja dapat kita lakukan dengan menggunakan perintah copy melalui Command Prompt (CMD). Caranya adalah sebagai berikut :

  1. Buka Command Prompt : Klik tombol Windows Start, klik Run, kemudian ketik cmd dan tekan Enter.
  2. Masuk ke dalam folder yang berisi kumpulan file TXT yang ingin digabung. Gunakan perintah CD (Change Directory) untuk merubah path di Command Prompt CD C:\Folder Data yang ingin digabung datanya\
  3. Ketik copy *.txt data.txt dan tekan Enter. Perintah di atas akan menghasilkan file data.txt yang merupakan gabungan semua file TXT.  
  4. File gabungan akan terbentuk dalam format berurut ke bawah...