Minggu, 31 Mei 2020

Cara Membuat Diagram Hovmoller : dengan iTacs5.0 dan GrADS

Diagram Hovmoller adalah sebuah diagram yang menggambarkan parameter cuaca/iklim dalam sebuah gambar dua dimensi (2D) yang menghubungkan waktu terhadap posisi atau tempat. Biasanya  sumbu x adalah waktu dan sumbu y merupakan bujur tempat. Atau sebaliknya dimana sumbu x adalah lintang dan sumbu y adalah dimensi waktu.

Saat ini sudah banyak website yang memberikan kemudahan bagi para analis iklim untuk membuat diagram hovmoller secara online. Sehingga para analis tidak perlu repot memikirkan script pemrograman yang harus digunakan. Cukup dengan beberapa kali klik pada aplikasi online maka diagram hovmoller yang diinginkan akan disajikan dengan cepat. Salah satu aplikasi tersebut adalah Interactive Tool For Analisys of The Climate System (iTacs) dari Tokyo Climate Center (TCC) - Jepang yang saat ini sudah sampai versi 5.0.

Rabu, 08 April 2020

Prediksi Curah Hujan Bulanan dengan Climate Predictability Tool (CPT)




Tentang CPT
Climate Predictability Tool (CPT) merupakan piranti lunak berbasis Windows untuk mengolah model prakiraan iklim, melakukan validasi model, dan membuat prakiraan berdasarkan data termutakhir. Meskipun program ini secara spesifik dibuat untuk aplikasi-aplikasi tersebut, program ini juga bisa digunakan untuk keperluan umum lainnya dengan memanfaatkan Canonical Correlation Analysis (CCA), Principal Components Regression (PCR), atau Multiple Linear Regression (MLR) pada suatu series data. Untuk keperluan validasi model atau prakiraan, CPT memberikan pilihan GCM Validation dan Probabilistic Forecast Verification

Rabu, 01 April 2020

(Catatan) Banjir Sungai Batanghari Pada Musim Hujan 2019/2020

Secara umum Provinsi Jambi memasuki musim hujan (MH) tahun 2019/2020 sejak bulan oktober-november 2019. Sejatinya dalam satu periode musim hujan sungai Batanghari setidaknya akan meluap sebanyak 2-3 kali yang salah satunya merupakan banjir tertinggi dan biasanya menjadi banjir terakhir sebelum masuknya musim kemarau (baca : https://arifmarufi.blogspot.com/2019/12/banjir-sungai-batanghari.html). Sebelum bulan April tahun 2020, tercatat baru terjadi dua kali banjir yaitu periode 12 Desember 2019 sd 06 Januari 2020, dan periode 22 Januari 2020 sd 05 Februari 2020. Berdasarkan catatan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Batanghari, kedua banjir ini tidak terlalu signifikan ketinggiannya. 

Tinggi Muka Air Sungai Batanghari Dermaga Muara Bulian
Pada Dua Kejadian Banjir MH 2019/2020
Dimana pada banjir pertama masih pada level AMAN (TMA < 250 cm), dan banjir kedua di kategori SIAGA III / WASPADA (TMA = 251 - 300 cm).


Senin, 30 Maret 2020

Dampak Kebakaran Hutan dan Lahan Tahun 2019 Terhadap Distribusi Spasial PM10

Kekeringan yang terjadi pada tahun 2019 yang lalu menyebabkan terjadinya kebakaran hutan dan lahan (KARHUTLA) di Pulau Sumatera salah satunya di Provinsi Jambi. Berdasarkan data histori hotspot dari http://sipongi.menlhk.go.id/hotspot/sebaran_arsip dapat disajikan sebagai berikut :

Hotspot dengan convidence > 80% mulai terjadi secara signifikan sejak bulan Juli sampai dengan bulan Oktober 2019 dengan puncaknya terjadi pada bulan September 2019. Hal tersebut terlihat dari grafik Total Hotspot Berdasarkan ketiga satelit yang digunakan (NOAA, NPP, dan Aqua Terra) walaupun dengan jumlah yang berbeda-beda.

Selasa, 17 Maret 2020

Ekuinoks, Aphelion dan Perihelion

Ekuinoks berasal dari bahasa Latin aequus (yang berarti sama) dan nox (yang bermakna malam), karena selama ekuinoks, panjang siang dan malam adalah sama. EQUINOKS adalah sebuah peristiwa astronomi biasa yaitu ketika Matahari tepat berada diatas garis khatulistiwa/ekuator bumi. Setiap tahun terjadi dua kali equinoks yaitu sekitar tanggal 20-21 maret dan 23 september.

Equinoks terjadi karena dampak kombinasi dari dua gerakan bumi yaitu gerak rotasi dan revolusi bumi. Rotasi bumi adalah gerakan bumi pada porosnya dari barat ke timur dengan kecepatan 1.669,67 km/jam dan menyelesaikan satu putaran dalam waktu sekitar 24 jam atau 1 hari. Gerak rotasi ini tidak tegak lurus, melainkan miring sebesar 23,5 derajat. Selanjutnya gerak revolusi bumi adalah gerakan bumi mengelilingi matahari dalam lintasan elips dengan waktu satu putaran sekitar 365,25 hari. Dengan adanya kedua gerakan bumi tersebut, maka seolah-olah matahari bergerak baik itu dalam skala harian maupun tahunan, hal inilah yang disebut juga dengan gerak semu matahari. 

Kamis, 13 Februari 2020

Migrasi TRMM Ke GPM IMERG

Misi TRMM telah berakhir, data yang tersedia hanya sampai tanggal 31 Desember 2019 saja. Hal tersebut diumumkan melalui web site https://pmm.nasa.gov/data-access/downloads/trmm.

UPDATE: The TRMMOpen FTP server has been shut down as of December 31st, 2019, coinciding with the scheduled end to TMPA production. Historical TMPA data will be made available on the GPM FTP servers in the near future. Our team is in the process of updating the links on this webpage to reflect this change, but in the meantime some of the URL's listed may be non-functional. Historical TMPA data can also be download from the NASA GES DISC at: https://disc.gsfc.nasa.gov/datasets?keywords=TMPA&page=1

TRMM Mission Comes to an End

After over 17 years of productive data gathering, the instruments on TRMM were turned off on April 8, 2015. The spacecraft re-entered the Earth’s atmosphere on June 15, 2015, at 11:55 p.m. EDT, over the South Indian Ocean, according to the U.S. Strategic Command’s Joint Functional Component Command for Space through the Joint Space Operations Center (JSpOC), and most of the spacecraft was expected to burn up in the atmosphere during its uncontrolled re-entry. The Tropical Rainfall Measuring Mission (TRMM), a joint mission of NASA and the Japan Aerospace Exploration Agency, was launched in 1997 to study rainfall for weather and climate research.
The GPM IMERG dataset now includes TRMM-era data going back to June 2000, and is now the recommended multi-satellite dataset to use for most purposes. The multi-satellite 3B42* / TMPA / TMPA-RT dataset ended on December 31, 2019.  Learn more about  the transition from 3B42*/TMPA to IMERG.